Selasa, 18 Desember 2007

Website pemerintah kota Balikpapan

Komunikasi Kontemporer

Dalam memenuhi tugas e-Government kali ini saya mengambil contoh situs pemerintah Balikpapan (www.Balikpapan.go.id)
Menurut saya situs pemerintahBalikpapan ini sudah memenuhi criteria karena telah memiliki syarat-syarat sebagai e-government yang baik.
Adapun syarat-syarat yang telah dimiliki oleh situs pemerintah Balikpapan adalah:

1.Selayang pandang
Dalam situs pemerintah Balikpapan (www.Balikpapan.go.id) juga terdapat selayang pandang.Selayang pandang dalam situs ini berupa:
*Sejarah berdirinya kota Balikpapan
*Profil daerah kota Balikpapan
*Peta wilayah kota Balikpapan perkecamatan
*Pengembangan sumber daya manusia kota Balikpapan
*Rencana pembangunan kota Balikpapan tahun 2006-2011
*Rencana pembangunan kota Balikpapan jangka panjang tahun 2006-2026

2.Pemerintah Daerah
Dalam sitrus pemerintah Balikpapan terdapat menu yang berisikan tentang pemerintah daerah, yakni:
*Legislatif/DPRD
Menu ini berisi tentang kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pemerintah kota Balikpapan.
*Pemerintah daerah
Kelengkapan pemerintah daerah kota Balikpapan.

3.Geografi
Dalam menu ini berisi tentang:
*Rata-rata suhu, kelembaban dan tekanan udara, kecepatan angin, curah hujan,dan penyinaran hujan di kota Balikpapan.
(Maen temperature, relative humidity atmospheric pressure, wind velocity rain falls and duration of sun shine of Balikpapan station)

*Jumlah curah hujan dan hari hujan di kota Balikpapan dirinci menurut bulan.
(Monthly total rain falls and day at Balikpapan)

*Rata-rata suhu di udara dirinci menurut bulan kota Balikpapan().
(Monthly average temperature at Balikpapan () )

*Rata-rata kelembaban udara dirinci menurut bulan ()
(Monthly average humidity() )

*Rata-rata penyinaran matahari dirinci menurut bulan ()
(Monthly average sunrayday() )
Data tersebut diambil dari Badan Meteorologi dan Geofisika kota Balikpapan.

4.Peta wilayah
Dalam menu ini peta wilayah terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
*Peta eksisting
*Peta struktur ruang
*Peta rencana
Selain terdapat pula peta berdasarkan kecamatan yang dapat dilihat dalam menu: Balikpapan, yakni:
a) Peta kecamatan Balikpapan Barat
b) Peta kecamatan Balikpapan Utara
c) Peta kecamatan Balikpapan Tengah
d) Peta kecamatan Balikpapan Selatan
e) Peta kecamatan Balikpapan Timur
5.Buku Tamu
Buku tamu merupakan menu yang berisi tentang kritik, saran, pendapat dan tanggapan tentang hal apapun yang menyangkut kota Balikpapan. Namun, kritik, saran, pendapat dan tanggapan yang menyangkut sara, porno, hujatan, iklan, dan sejenisnya tidak akan dimuat dalam menu Buku tamu ini.

6.Peraturan/ Kebijakan Daerah
Peraturan atau kebijakan daerah dapat dilihat dalam menu Berita terkini. Bahkan dalam menu ini kita juga dapat melihat berita- berita yang sudah lama dimuat dalam cover depannya.
Menurut saya isi dari situs pemerintah kota Balikpapan ini sudah masuk dalam kategori hamper sempurna karena apapun info yang diinginkan oleh users dapat dicari dalam situs ini secara online. Sebagai tambahan dalam situs pemerintah kota Balikpapan ini kita juga dapat ikut serta dalam polling yang dilakukan juga secara online tentang kebersihan kota Balikpapan, kerja pemerintah kota Balikpapan dan polling-pollimg lainnya yang menyangkut tentang kelangsungan kota Balikpapan.

Kelemahan situs pemerintah kota Balikpapan ini adalah ada beberapa isi menu yang diulang dalam menu yang lain yang disajikan situs ini di cover depannya. Sebagai contoh dalam menu Balikpapan. Dalam menu terdapat isi peta kota Balikpapan perkecamatan. Padahal isi menu tersebut juga terdapat dalam Peta Wilayah. Adanya isi menu yang diulang-ulang dapat membingungkan users yang sedang mencari info tentang kota Balikpapan secara cepat.




Senin, 12 November 2007

Tugas UTS Take Home

Nama : Merlin Novyanti. H
No Mhs : 153060246
Mata Kuliah : Komunikasi Kontemporer


UJIAN TAKE HOME


1.Bandingkanlah dan analisislah perbedaan, kekurangan, kelebihan antara konsep, unsur dan model komunikasi virtual (email, chatting, dan web) dengan model komunikasi klasik. Berikan penilaian anda terhadap 3 model tersebut?
2.Sebutkan perbedaan komunitas virtual dengan pengertian komunitas konteks sosiologis?
Bagaimana perbedaan dalam hal interaksi?

Jawab:

1. KOMUNIKASI VIRTUAL
Komunikasi virtual adalah suatu proses komunikasi atau proses penyampaian pesan dan penerimaan pesan dengan menggunakan cyberspace atau ruang maya yangn bersifat interaktif.

*Komunikasi virtual menggunakan e-mail
Dalam komunikasi virtual jenis kommunikasi dalam email adalah asinkronis, artinya pengirim pesan maupun penerima pesan tidak berada pada ruang dan waktu yang bersamaan. Oleh karena itu terdapat jeda dalam penerimaan pesannya. “Tingkat interaktif dalam proses komunikasi melalui e-mail termasuk rendah”, pernyataan ini bermakna bahwa meskipun pesan dalam feedbacknya langsung dikirimkan oleh penerima pesan namun, pesannya tidak langsungn diterima oleh pengirim pesan.
Dalam proses komunikasi menggunakan fasilitas e-mail umumnya pengirim dan penerima pesan sudah saling mengenal, kalaupun tidak saling mengenal setidaknya pengirim pesan memiliki kepentingan tertentu terhadap si penerima pesan. Kondisi ini menyebabkan proses komunikasi antara pengirim dan penerima pesan melalui e-mail cenderung bersifat terbuka dan tidak tertutup.
Berkaitan dengan pesan yang dikirimkan, karena berbentuk surat maka alur bahasa yang digunakan bersifat formal dan terbatas terhadap penggunaan kata-kata dan huruf-huruf. Dalam efektifitas penyampaian pesan antara pengirim pesan dan penerima pesan tergantung pada factor-faktor semantic.
Adapun isi pesan yang ada di dalam e-mail cenderung tidak bersifat penting tetapi terbatas pada penyampaian informasi untuk keperluan interaksi informative dan korepondensif.
Ketidaktepatan sampainya pesan merupakan bagian dari hambatan dalam proses berkomunikasi dengan menggunakan e-mail. Hambatan pokok secaraumum adalah hambatan mekanis internet yang berupa disconnect atau server down. Server down dan disconnect merupakan tidak tersambungnya atau tidak terkoneksinya computer sebagai medium dengan jaringan internet yang tidak memungkinkan penggunaan atau fasilitas akses e-mail. Sedangkan hambatan lain dapat disebabkan adanya kesalahan persepsi dan pemberian makna pada pesan yang diterima karena tidak terdapatnya petunjuk para linguistic ataupun petunjuk prosemik (tinjauan psikologis).

Unsur- unsur komunikasi dalam proses komunikasi electronic mail:

Sender (pengirim) : Orang yang mengirim pesan dalam bentuk surat.
Encoder transfer agent : merupakan komponen yang menerjemahkan pesan dalam symbol-simbol bahasa protocol internet atau mesin untuk dapat masuk ke dalam rute dan jaringan internet.
On line medium : fasilitas electronic mail dalam internet sebagai media pengirim dan penyampai pesan dalam dunia maya antara yang bersifat maya.
Decoder transfer agent : Komponen yang menerjemahkan symbol-simbol bahasa mesin ( data grams) ke dalam bentuk teks, grafis, audio dan video.
Tehnical chaser : Gangguan (noise) dalam bentuk putus hubungan ( Connection failed) atau server down atau hambatan yangn bersfat teknis.
Recipient : penerima pesan e-mail yang dapat berganti peran (switching role ) menjadi komunikator pengirim pesan.
Message Reply : balasan e-mail dari recipient yang telah berganti peran menjadi pengirim pesan.
Personal chaser : Hambatan dealam persepsi terhadap pesan, pengetahuan operasional e-mail dan penguasaan keterbacaan dan diksi kata.
Recipent Message : Message reply yang diterima oleh sender yang beralih peran menjedi recipient.
Switching Role: alih peran dari sender m,enjadi recipient ataupun sebaliknya dari recipient menjadi sender.
needs and Motivation : Kebutuhan dan motivasi untuk berinteraksi dalam bentuk berkorespondensi pada pegirim dan penerima pesan.

*Komunikasi virtual menggunakan Internet Relay chat (IRc)
Dalam menggunakan fasilitas IRc syarat utama adalah pengirim dan penerima pesan sedang berada dalam kondisi on line., sehingga jenis komunikasi melalui IRc bersifat sinkronis yaitu antara pengirim dan penerima pesan berada pada waktu yang sama dalam aktifitas komunikasinya.
Bentuk pesan dalam komunikasi IRc adalah berbentuk kata-kata dan tulisan (teks). Makna yang terkandung didalamnya baik yang bersifat konotasi ataupun denotasi tergantung pada persepsi, keterbacaan ataupun diksi kata si penerima pesan.
Beberapa hambatan dalam berkomunikasi dengan menggunakan fasilitas IRc :
a. Noise
Terdapat pada bahasa yang digunakan jika Channel yang dimasuki oleh pengguna fasilitas IRc adalah channel dari domain wilayah luar negeri. Bahasa, pengetahuan semantic, budaya, etika dan sebagainya menjadi kendala dalam melakukan proses komunikasi menggunakan fasilitas IRc.
b.hambatan Teknis
Dapat berupa disconnect ataupun server down yang tidak memungkinkan computer yang digunakan terkoneksi dalam jaringan internet.
c.Karena tidak adanya dukungan oleh kontak fisik dan sifat maya dalam berkomunikasi maka keterbukaan dalam komunikasi tidak berada pada derajat yang tinggi dan ini memungkinkan komunikasi menjadi tertutup tanpa adanya kejelasan untuk mengenal pribadi masing-masing bagipengguna fasilitas IRc ini.
Unsur-unsur komunikasi dalam proses komunikasi fasilitas IRc:
1. Communicator : Pengirim pesan dalam bentuk teks.
2. Teks word message : pesan yang disampaikan dalam bentuk teks.
3. Encorder transfer agent : perubahan teks dalam kata-kata tertulis teks ke dalam data grams.
4. On line channel location : media yang digunakan sebagai penyampai pesan dalam kondisi on line pada lokasi tempat tertentu.
5. Tehnical chaser : hambatan teknis yangn menyebabkan terjadinya disconnection.
6. decoder transfer agent : pengubah datagrams ke dalam bentuk kata-kata tertulis atau teks.
7. Communicant : penerima pesan yang dapat berubah pesan-pesan menjadi pengirim pesan (komunikator).
8. Swtching role ;: perubahan pesan dari komunikator menjadi komunikan ataupun sebaliknya.
9. Chaser : Hambatan dalam komunikasi secara on line seperti persepsi, emosi dan sebagainya.
10. Text words message response : respon komunikan dalam bentuk teks.

*Komunikasi virtual menggunakan websites

Unsur-unsur komunikasi dalam proses komunikasi websites:
1.Information/ message source : Sumber informasi sebagai pembuat dan menguasai dalam websites.
2.Deliverer information : Komponen yang melakukan eksposure atau melakukan pengiriman pesan informasi melalui websites.
3.Encorder transfer agent : Pengnubah teks, grafik, audio dan citra bergerak ke dalam format HTML dan meneruskannya menjadi data grams yang menyebar melalui rute TCP.
4.On line medium : Jaringan internet dengan fasilitas web browser.
5.Connecting : Terhubunganya halaman dalam computer user dengan sites yang diinginkan yang dipublish oleh delivere informationns/ message.
6.Decoder transfer agent : Pengubahan datagrams menjadi format HTML.
7.Request : permintaan pencarian situs yang memiliki informasi yang diinginkan.
8.Active communicant : Penerima pesan dari informasi dalam web,, yaitu komunikan aktif yang melakukan pencarian melalui internet.
9. Direct Feedback : Umpan balik langsung dalam komunikasi melalui web browser melalui e-mail.
10.Message feedback : Pesan umpan balik dalam bentnuk e-mail yang dikirimkan oleh active communicant dalam bentuk e-mail.
11.Receivered Message : penerimaan memssage feedback melalui e-mail.
12.Information : Balasan message feedback melalui mekanisme e-mail.
13.Asynchronous : penerimaan pesan oleh active communicant maupun penerimaan pesan oleh informations sacara asinkronis.
14.Motivation : Motif aktif komunikan untuk menggunakan web sebagai sumber informasi.
15.Needs : kebutuhan active communicant tentang informasi dalam web.
16.Accidentally : ketidaksengajaan active communicant memasuki web tertentu yang membuatnya tertarik untuk melakukan surfing di dalamnya.




Penilaian saya terhadap 3 model komunikasi virtual seperti diatas adalah :
1.Apabila menggunakan fasilitas untuk berkomunikasi secara virtual maka komunikator atu pengirim pesan tidak dapat secara langsung bertatap muka dengan kommunikan atau si penerima pesan.
2.Dalam komunikasi virtual maka penyampaian pesan akan mengalami jeda waktu untuk sampai kepada penerima pesan.
3.dalam komunikasi virtual pengirim pesan maupun penerima pesan tidak berada pada ruang dan waktu yang bersamaan.

*KOMUNIKASI KLASIK

A.Model SOR
Dimulai pada tahun 1930-an, lahir suatu model klasik komunikasi yang banyak mendapat pengaruh teori psikologi, Stimulus Response Theory atau S-R theory. Asumsi dasar dari model ini adalah: media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung terhadap komunikan.
Model ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan proses aksi-reaksi . Artinya model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat non verbal, simbol-simbol tertentu akan merangsang orang lain memberikan respon dengan cara tertentu. Pola SOR ini dapat berlangsung secara positif atau negatif ; misal jika orang tersenyum akan dibalas tersenyum ini merupakan reaksi positif, namun jika tersenyum dibalas dengan palingan muka maka ini merupakan reaksi negatif.Model inilah yang kemudian mempengaruhi suatu teori klasik komunikasi yaitu Hypodermic Needle atu teori jarum suntik. Asumsi dari teori inipun tidak jauh berbeda dengan model SOR, yakni bahwa media secara langsung dan cepat memiliki efek yang kuat tehadap komunikan. Artinya media diibaratkan sebagai jarum suntik besar yang memiliki kapasitas sebagai perangsang (S) dan menghasilkan tanggapan ® yang kuat pula.




b. Model Lasswell
Model yang kedua muncul pada tahun 1948 yang merupakan suatu prespektif ilmu komunikasi dari tinjauan ilmu politik. Model ini dikenal sebagai formula Lasswell. Nuansa ilmu politik pada masa itu memang lazim mewarnai karena masih dalam suasana pasca Perang Dunia II yang banyak mengeksploatasi media massa (kususnya radio) sebagai alat propaganda.
Formula Laswell ini menjelaskan bahwa dalam suatu masyarakat kompleks informasi banyak disaring oleh pengendali pesan (propagandis – editor ) yang menyampiaknnya pada publik dengan beberapa perubahan atau penympangan. Bila disimak sesunguhnya model Laswell mirip dipengaruhi model Aristotelles. Pada model ini penekananya justru terletak pada khalayak dan mengabaikan umpan balik

c. Model Matematis (The Mathematical Theory)
Pada tahun 1949, dua orang sarjana teknik elektronik yaitu Claude E. Shannon dan Warren Weaver mengemukakan model komunikasi secara mekanis, yang terkenal dengan model mekanis. Model ini dibuat berdasar komunikasi pesan melalui transmisi dengan menggunakan media telephone dan radio.

Pada model tersebut ditunjukkan bahwa proses komunikasi yang berlangsung terdiri atas unsur-unsur komunikasi yang erat kaitannya dengan dunia elektronik terutama pada unsur media yang terdiri atas transmitter dan receiver. Model ini juga menyoroti problem penyampaian pesan berdasar tingkat kecermatannya. Suatu sumber yang menyandi menciptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada penerima yang menyandi balik pesan tersebut.


2.PERBEDAAN KOMUNITAS VIRTUAL DENGAN KOMUNITAS SOSIOLOGIS

Seperti yang telah saya jelaskan diatas komunitas virtual merupakan suatu kumpulan orang-orang yang berkomunikasi melalui cyberspace atau dunia maya yang bersifat interaktif.
Sedangkan menurut saya komunitas sosiologis adalah sekumpulan orang-orang yang memiliki hal-hal dan tujuan yang sama yang berada pada suatu lingkup tertentu.
Dalam proses komunikasi virtual, komunikasi dapat tetap dilakukan walaupun antara pengIrim pesan maupun penerima pesan berada dalam waktu dan tempat yang berbeda melainkan dapat dilakukan dengan perbedan waktu dan tempat yang jauh sekalipun.
Sedangkan dalam komunitas sosiologis sekumpulan orang-orang melakukan interaksi, berada pada waktu dan tempat yang sama yang mana orang-orang tersebut membentuk sebuah kelompok karena adanya hal-hal yang mendasar seperti tujuan yang sama, keinginan yang sama,kegemaran yang sama maupunprinsip yang sama.

Senin, 01 Oktober 2007

  • Merlin .N Hutajulu
    153060246
    01 oct’07
    KOMUNIKASI INTERAKTIF



    Pengertian dari komunikasi interaktif adalah penyampaian pesan atau informasi dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) dengan menggunakan media interaktif dimana dalam komunikasi ini komunikator mendapatkan feedback (timbal balik) secara langsung dari komunikan atau sebaliknya.

    Biasanya media interaktif ini berupa media massa yang dapat secara langsung memberikan feedback (timbal balik) sesuai keinginan penggunanya.

    Media seperti telepon, handphone, internet,mesin ATM dan lain-lain dapat dikatakan sebagai media komunikasi interaktif. Sebagai contoh: jika seseorang menggunakan media ini untuk berkomunikasi dengan orang lain ia mendapatkan informasi secara langsung seuai dengan kebutuhan informasi yang diinginkan dan ia dapat secara cepat mendapatkan feedback dari si penyampai informasi.

    Media massa seperti Koran dan televisi tidak dapat dikatakan sebagai media komunikasi interaktif karena apa yang disajikan oleh media massa seperti Koran dan televisi harus diterima mentah-mentah oleh massa, selain itu masyarakat yang “mengkonsumsi” media massa seperti Koran dan televise tidak dapat melakuan feedback secara langsung. Feedback dalam media ini dilakukan secara tertunda.